PESANTREN KILAT LANJUT USIA

(Bersahabat dengan Hari Tua)

Oleh: Hidayat Tri Sutardjo

Ketika usia kita menjadi tua, semua akan berubah. Perubahan itu mengarah menuju ke keadaan semula. Ketika kita dilahirkan di dunia tidak membawa apa-apa dan ketika ajal tiba, kita pun tidak membawa apa-apa. Ketika lahir kita tidak bisa berbuat apa-apa dan ketika hari tua tiba, kita pun kembali tak berdaya.

Dari masa bayi sampai tua dan wafat, hidup manusia tidak akan punya makna yang berarti, jika tidak dianugerahi rahmat Allah SWT. Limpahan rahmat Allah SWT, menjadikan manusia menjadi makhluk yang bermakna dan terpuji, dapat memanfaatkan fasilitas hidup yang disediakan Allah SWT, berkreasi, berinovasi, sehingga mencapai kemajuan yang tinggi. 

Menurut BPS jumlah penduduk Indonesia tahun lanjut usia atau berusia di atas 60 tahun pada tahun 2022 mencapai 31.320.066 jiwa atau sekitar 11,37 % dari total jumlah penduduk Indonesia.  Usia harapan hidup penduduk Indonesia dari waktu ke waktu terus mengalami peningkatan, Menurut BPS, usia harapan hidup tahun 2022 adalah 71.85 tahun. Banyaknya jumlah penduduk lansia dan meningkatnya usia harapan hidup penduduk Indonesia merupakan indikator yang menunjukkan semakin sehatnya penduduk Indonesia.

Angka Harapan Hidup manusia Indonesia pun semakin hari semakin meningkat ini, di sisi lain banyak orang yang berusia diatas 50 tahun mulai merasakan kesendirian dan kesepian, apalagi bagi yang telah ditinggal oleh pasangan hidupnya. Maka kegiatan pesantren kilat lansia; bersahabat dengan hari tua yang diselenggarakan oleh Yayasan Sehati Asnaf Indonesia, Yayasan Pesantren Entrepreneur Kiai Demak, dan Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Kota Bekasi yang berlangsung pada 7-9 Maret 2025 di Pesantren Entrepreneur Kiai Demak Purwakarta dapat menjadi alternatif untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat yang bahagia di usia senjanya.

Namun demikian, selain penurunan produktivitas, proses penuaan juga seringkali diikuti dengan penurunan derajat kesehatan, karena dengan semakin bertambahnya usia, fungsi organ tubuh akan semakin menurun baik karena faktor alamiah maupun karena penyakit.  Penurunan derajat kesehatan pada usia lanjut, selain menjadi masalah bagi yang bersangkutan, juga akan menjadi beban bagi keluarga, bahkan juga bagi masyarakat dan negara. 

Ikhtiar untuk menghadapi penurunan derajat kesehatan di usia lanjut perlu dilakukan. Hal ini penting, karena setiap orang tentu saja ingin memiliki umur panjang namun tetap sehat sehingga masih memiliki kesempatan untuk berbuat baik dan menebar manfaat bagi sesama.

Kebahagiaan di usia tua bukan sekedar karena fisik yang masih sehat yang disertai dengan tercukupinya kebutuhan materi, namun juga jiwanya harus sehat dan kebutuhan spiritualnya juga terpenuhi.

Usia tua adalah sunnatullah yang telah ditetapkan Allah, yang tidak bisa diingkari   dan ditolak. Maka sebagai makhluk yang mengimani sunnatullah, harus dapat menerima bahwa dirinya tak lagi muda. Bagi seorang muslim yang dianugerahi umur panjang, maka harus dipahami bahwa usia tua adalah realitas yang harus diterima dan dihadapi, jangan dibenci, dan dimusuhi. Menerima realitas secara ikhlas akan membuat hidup menjadi bersyukur dan bersabar.

Kegiatan pesantren kilat bagi lanjut usia, diharapkan dapat memberikan suasana yang kondusif dan sentuhan yang efektif bagi para peserta untuk mengimani sunnatullah, ikhlas menerima realitas sehingga tambah syukur dan sabar, yang pada akhirnya akan menyibukkan diri dengan muhasabah dan taubat, menambah kebaikan serta mendekatkan diri kepada Allah, SWT.

Bersahabat dengan Hari Tua

Tangga sukses menuju akhirat tidak dapat dicapai hanya dengan doa tanpa amal atau harapan tanpa pengorbanan.Hal ini harus diraih dengan totalitas pengabdian dan pengorbanan untuk memperoleh ridho Allah SWT. Sehingga aspek spiritual di usia tua ini senantiasa dievaluasi melalui kemampuan memandang diri sendiri, hubungan silaturrahim dengan orang lain, nilai hubungan dengan alam semesta, dan hubungan dengan sang Pencipta.

Konsep hari tua yang ideal dalam ajaran Islam menekankan pentingnya mempersiapkan diri untuk memasuki fase ini dengan kesiapan spiritual, sosial, dan kesehatan yang baik. Masa tua dipandang sebagai masa yang penuh potensi untuk meningkatkan ibadah, mendalami pengetahuan agama, dan memberikan kontribusi positif kepada masyarakat.

Lansia dihormati dan dianggap sebagai sumber kebijaksanaan yang dapat memberikan bimbingan dan nasihat kepada generasi yang lebih muda. Pentingnya menjaga hubungan yang baik dengan keluarga, serta memberikan perhatian dan dukungan kepada sesama, juga merupakan nilai utama dalam konsep masa tua yang ideal menurut ajaran Islam.

Adapun tujuan yang akan dicapai dari Pesantren Kilat Lansia ini adalah (a) memahami pentingnya bersahabat dengan usia tua (b) meningkatkan semangat dalam mengkaji Islam (c) meningkatkan kuantitas dan kualitas amal ibadah dan (d) meningkatkan kedekatan kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

Untuk mencapai tujuan pesantren kilat lansia dimaksud, maka alur logika materi pelatihan sebagai berikut; Materi pertama yang terlebih dahulu disampaikan adalah Pelacakan dan Pelurusan Motivasi Mengikuti Pesantren Kilat Lansia agar peserta memiliki NIAT yang benar. Kemudian dilanjutkan Materi kedua, Bersahabat dengan Hari Tua, agar peserta lebih bisa menerima kenyataan sebagai lansia sebagai cerminan iman kepada takdir. Materi ketiga adalah Aqidah & Akhlak, dimaksudkan untuk lebih mengenal Allah dan Rasul meningkatkan rasa Ikhlas dan diharapkan peserta lebih memahami makna Sabar dan Syukur, serta pentingnya tazkiyatun nafs. Selanjutnya materi keempat & kelima, yaitu Ibadah, Do’a dan Dzikir. Sebagaimana Akhlak, komitmen beribadah juga merupakan buah dari iman, sehingga diharapkan peserta memahami pentingnya Ikhlas dan ittiba’ dalam ibadah. Secara praktis peserta akan mendapatkan materi tentang Thaharah, Sholat, serta Dzikir dan Do’a. Selanjutnya Materi keenam sebagai materi terakhir, adalah metode mendekatkan diri kepada Allah, memahami syariat Waris dan Wakaf. Melalui materi ini diharapkan peserta lebih memahami bagaimana metode mendekatkan diri kepada Allah, memahami tentangf syariat waris dan wakaf serta bagaimana cara mengamalkannya sesuai tuntunan Allah dan Rasulnya. Secara umum semua materi disampaikan untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah agar dapat menuju husnul khatimah.

Dengan materi-materi dimaksud, maka hidup di usia tua hendaknya dihiasi dengan kebersykuran dan kesabaran, syukur karena sudah teramat banyak menikmati rahmat Allah dan sabar jika harus bertemu dengan semakin berkurangnya anugerah Allah, seperti kesehatan menurun, kekuatan menurun, banyak penyakit yang menyertai perjalanan usia tua. Apabila hidup di usia tua dihiasi dengan syukur dan sabar, niscaya akan membuahkan keharmonisan hidup.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *