Oleh Hidayat Tri
Selama tiga hari penuh (7-9 Juli 2026) saya mengikuti secara saksama program Mba Maya (Membina dan Memberdaya) melalui Peningkatan Kapasitas Usaha (PKU) yang berlangsung di 14 lokasi di Kota dan Kabupaten Bekasi dengan mengusung tema “Usaha Berkah dalam Bingkai Ekonomi Syariah” dan diikuti lebih dari 490 peserta dari nasabah PNM, banyak hal yang saya dapatkan.
Penerapan ekonomi syariah dalam program Mba Maya ini berfokus pada pemberdayaan perempuan pelaku u9saha ultra mikro berbasis keadilan, kemaslahatan, dan menghindari riba. Program ini terlaksana berkat kolaborasi PT Permodalan Nasional Madani dengan Masyarakat Ekonomi Syariah (MES).
Peningkatan Kapasitas Usaha (PKU) ini menerapkan tiga pilar kurikulum yang diimplementasikan meliputi literasi keuangan (pengelolaan dana sesuai syariah), literasi usaha (manajemen bisnis yang etis dan halal), dan literasi digital guna memperluas pasar.
Menurut Abdul Khoir, Kerua Umum MES Kota Bekasi menjelaskan bahwa “Seluruh ekosistem diarahkan untuk mendukung investasi halal, transaksi yang adil, serta memastikan operasional bisnis terhindari dari praktik gharar (ketidakpastian) dan riba”.
Dalam kesempatan yang sama Dhany Wahab, Ketua MES Kota Bekasi ini berucap “PKU (peningkatan kapasitas usaha) selama tiga hari ini memberikan pembekalan kewirausahaan agar perempuan pelaku usaha ultra mikro ini naik kelas. Mandiri secara ekonomi, dan berdaya saing dengan tetap menjaga nilai-nilai ke-Islam-an”.
Sementara itu, H. Tri Sutardjo, salah satu narasumber dalam PKU menegaskan “tujuan dari kegiatan ini adalah melaksanakan pendampingan perempuan pelaku usaha ultra mikro untuk merubah sikap dan perilakunya agar sesuai dengan syariah Islam, seperti tertuang dalam Maqashied al Syariah terutama pada perlindungan akal (sosialisasi kewirausahaan untuk menambah wawasan dan pengetahuan), dan perlindungan harta (membantu nasabah mengelola dan menjaga hartanya)”.
Mekaar syariah yang diinisiasi dan dikembangkan PT PNM menurutnya bukan hanya soal menghilangkan bunga, tetapi membangun ekosistem usaha yang adil dan memberdayakan nasabah secara spiritual dan material.
Selain modal finansial, nasabah merasakan manfaat dari modal intelektual (pelatihan) dan modal sosial pendampingan melalui pertemuan mingguan untuk berbagi dan saling menguatkan, ujar Dwi Sulasih Ketua Unit Mekaar Harapan Jaya Kota Bekasi.
Beberapa peserta program Mekaar ini ketika saya wawancara menunjukan hasil pada umumnya memberikan tanggapan positif. Mereka merasakan program ini tidak hanya membantu dari sisi modal, tetapi juga meningkatkan kapasitas diri dan kesejahteraan keluarga.
Boleh dikatakan bahwa secara umum, program Mekaar ini dinilai berhasil mendorong pemberdayaan ekonomi perempuan prasejahtera secara berkelanjutan, walau perlu dukungan data hasil penelitian yang bisa dipertangungjawabkan secara akademis.
Selama tiga hari pelaksanaan PKU terlihat secara umum bahwa kebermanfaatan dan efektivitas pendampingan melalui PKU ini berdampak positif terutama dalam hal peningkatan pengetahuan manajerial dan kedisiplinan finansial, tetapi efektivitasnya belum merata dan perlu diteliti lebih lanjut.
Penerapan ekonomi syariah dalam Mekaar bisa dilihat nyata dalam akad, nilai dan tujuan program. Pendamping PKU menggunakan tiga akad utama untuk memastikan transaksi bebas riba (bunga), gharar (ketidakpastian), dan maysir (judi).
Dalam praktiknya penerapan ekonomi Islam dalam Mekaar Syariah seperti Murabahah; PNM membeli barang kebutuhan nasabah, kemudian menjualnya dengan harga pokok plus margin yang disepakati. Wakalah; PNM memberi kuasa kepada nasabah untuyk membeli barang sendiri dan Wadiah; dana titipan nasabah yang dijaga dan dikembalikan setiap saat.
Dari kegiatan ini banyak hal yang perlu ditindaklanjuti untuk penguatan dan pengembangan pendampingan perempuan pelaku usaha ultra mikro, seperti perlunya peningkatan kualitas pendampingan melalu model pendekatan di luar (outing class) seperti observasi dan study tour ke beberapa pelaku usaha yang sudah berkembang, begitu juga dengan penelitian-penelitian lanjutan untuk melihat dampak dari program Mba Maya dan efektifitas program yang diimplementasikan.

