Bekasi—meskotabekasi.org—Peningkatan Kapasitas Usaha (PKU sebagai bagian dari Program MBA MAYA (Membina & Memberdaya) hari pertama ini (7/7) telah berjalan dengan lancar dan sukses yang diikuti 210 peserta pada 6 lokasi di Kabupaten Bekasi dengan Narasumber dari MES Kota Bekasi.
Program ini dinilai sebagai langkah strategis untuk memberdayakan perempuan prasejahtera, terutama dari sisi ekonomi syariah dan pengembangan kapasitas kepemimpinan. Salah seorang peserta yang tak mau disebut Namanya mengatakan bahwa
“program Mba Maya ini tidak hanya dipandang sebagai program pemberian modal, tetapi juga sebagai wadah pembinaan berkelanjutan, penguatan kepemimpinan, dan pemberdayaan ekonomi berbasis syariah yang berdampak luas bagi peningkatan usaha”.
“kami ini, ada pertemuan kelompok mingguan (PKM) yang rutin bertemu di setiap minggu, untuk saling berbagi pengalaman usaha, saling mengingatkan dan menasihati diantara anggota krlompok”.
“Sehingga kami ini didorong untuk tidak hanya konsumtif, tetapi juga berani memulai dan meningkatkan usaha secara terus menerus. Apalagi hari ini diisi dengan pengetahuan serta kiat-kiat khusus bagaimana menjalankan ekonomi syariah, ini sangat membantu kami dalam menjalan usaha agar mendapat keberkahan”, tandas perempuan yang energik ini.
Seperti diketahui bersama bahwa Peningkatan Kapasitas Usaha (PKU) melalui Program Mba Maya hingga saat ini menunjukkan perkembangan yang sangat positif dan terstruktur, terutama dengan peluncuran resmi Program Mba Maya 2026 pada 6 Mei lalu.
Program di 2026 ini mengusung tema “Usaha Berkah dalam Bingkai Ekonomi Syariah”. Kolaborasi dengan Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) yang mendorong pendampingan praktis, termasuk untuk sertifikasi halal guna meningkatkan daya saing produk. Hingga kini, data menunjukan sekitar 2.300 nasabah telah memperoleh sertifikat halal.
Program ini juga diperkuat kolaborasi dengan berbagai pihak, seperti MES dan beberapa Perguruan Tinggi dengan pendekatan mengintegrasikan pembinaan, pendampingan, dan penguatan usaha secara komprehensif. Tidak hanya sekadar pelatihan, tetapi telah menjadi instrumen strategis untuk mendorong kemandirian ekonomi perempuan melalui pembinaan dan pendampingan berkelanjutan (hd).

