Bekasi, meskotabekasi.org—Pagi ini (7/6/26) Dr. Abdul Khoir, Ketua Umum MES Kota Bekasimenjadi salah satu narasumber pada acara Subu Keliling DKM & MT se- Bekasi Timur di Masjid Al Barokah Margahayu.
Di awal paparannya, ia menjelaskan situasi dan kondisi ekonomi yang terjun bebas saat ini
“Di saat ekonomi Indonesia yg sedang terjun bebas, investasi yang terbaik adalah investasi Emas”, tandas dosen Universitas Muhammadiyah Indonesia.
“Sudah ribuan silam, emas telah menjadi simbol kekayaan dan kekuasaan. Di masa kerajaan, emas digunakan sebagai alat tukar sekaligus simbol status sosial. Oleh karenanya, setiap kali ekonomi dunia goyah—akibat krisis, inflasi, atau gejolak geopolitik— seperti sekarang ini maka harga emas cenderung naik. Sehingga emas sering disebut sebagai aset safe haven, tempat berlindung saat ketidakpastian ekonomi”.
Lebih lanjut Ketum MES Kota Bekasi ini memaparkan bahwa “Ekonomi syariah adalah tentang membangun sistem ekonomi yang adil, produktif, inklusif, dan membawa keberkahan. Karena itu, keberhasilan ekonomi syariah tidak hanya diukur dari besarnya aset atau tingginya transaksi, tetapi juga dari sejauh mana ekonomi syariah mampu meningkatkan kualitas hidup masyarakat, memperkuat keadilan sosial, dan menciptakan kemakmuran yang berkelanjutan”.
“Kita wajib bersyukur bahwa anak muda kini tidak hanya berinvestasi di reksa dana atau saham, tetapi juga melihat investasi emas sebagai cara aman menjaga nilai uang dari inflasi”, tegasnya.
Bila kita perhatikan dalam beberapa tahun terakhir, Indonesia menunjukkan kemajuan yang sangat positif. Berdasarkan laporan State of the Global Islamic Economy Report 2024/2025, Indonesia menempati peringkat ketiga dunia dalam Global Islamic Economy Indicator, setelah Malaysia dan Arab Saudi. Posisi tersebut menunjukkan bahwa Indonesia semakin diakui sebagai salah satu aktor utama dalam ekonomi syariah global.
Kita sangat berharap menjadikan ekonomi syariah sebagai sumber pertumbuhan baru Indonesia — a new engine of growth — yang mampu menciptakan lapangan kerja, memperkuat UMKM, meningkatkan ekspor, memperdalam pasar keuangan domestik, sekaligus mengurangi kesenjangan sosial ekonomi (hd).

