{"id":944,"date":"2026-10-27T06:11:53","date_gmt":"2026-10-27T06:11:53","guid":{"rendered":"https:\/\/www.meskotabekasi.org\/?p=944"},"modified":"2026-10-27T06:15:37","modified_gmt":"2026-10-27T06:15:37","slug":"septolescent-menolak-pensiun-dari-ketuaan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.meskotabekasi.org\/?p=944","title":{"rendered":"SEPTOLESCENT: Menolak Pensiun dari Ketuaan"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Oleh: Sobirin Malian (Dosen Penggiat Literasi)<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\ud83d\udccc Apa Itu Septolescent dalam Cahaya Islam?<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Septolescent adalah manusia yang rambutnya telah memutih, namun semangat beribadah dan berbuat baiknya justru kian membara. Usia menjelang 70 tahun bukan tanda berhenti, melainkan tanda semakin mendekat kepada Allah.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Rasulullah \ufdfa bersabda:<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">&#8220;Sebaik-baik manusia adalah orang yang panjang umurnya dan baik amal perbuatannya.&#8221;<br>(HR. At-Tirmidzi no. 2330)<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Uban yang tumbuh di kepala bukan tanda melemah, melainkan cahaya di hari kiamat:<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">&#8220;Janganlah kalian mencabut uban, karena uban itu adalah cahaya seorang muslim pada hari kiamat. Barangsiapa yang memiliki sehelai uban dalam Islam, maka Allah akan mencatat untuknya satu kebaikan, menghapuskan satu dosa, dan meninggikannya satu derajat.&#8221;<br>(HR. Abu Dawud dan Ibnu Majah)<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\ud83d\udd39 1. Usia Bertambah, Iman Semakin Mengalir<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Remaja biasa sibuk mengejar dunia.<br>Septolescent sibuk menabung akhirat.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Remaja biasa takut kekurangan harta.<br>Septolescent takut kekurangan amal saat dipanggil Allah.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Rasulullah \ufdfa mengingatkan:<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">&#8220;Tidaklah usia seorang mukmin itu bertambah kecuali akan menambah kebaikan.&#8221;<br>(HR. Imam Muslim)<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\ud83d\udd39 2. Silaturahmi \u2014 Warisan Nabi yang Terus Dijaga<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Septolescent menjaga tiga sahabat sejati:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>\ud83e\udd32 Teman beribadah bersama \u2014 saling mengingatkan kebaikan<\/li>\n\n\n\n<li>\ud83d\udcac Teman bermuhasabah \u2014 saling mengingatkan keterbatasan diri<\/li>\n\n\n\n<li>\ud83e\udd1d Teman silaturahmi \u2014 yang tidak memutus tali persaudaraan meski jarak membentang<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Rasulullah \ufdfa bersabda:<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">&#8220;Tidak akan masuk surga orang yang memutus hubungan kerabat. Dan ketahuilah, silaturahmi bukanlah membalas kebaikan, melainkan silaturahmi yang sejati adalah menyambung hubungan ketika orang lain memutuskannya.&#8221;<br>(HR. Bukhari)<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\ud83d\udd39 3. Selalu Berhajat \u2014 Karena Masih Ada yang Menanti<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Mereka punya daftar rencana yang panjang \u2014 bukan karena mencintai dunia, tapi karena selama napas masih berhembus, pintu amal belum tertutup.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Allah berfirman:<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">&#8220;Dan sembahlah Tuhanmu sampai datang kepadamu yang diyakini (ajal).&#8221;<br>(QS. Al-Hijr: 99)<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ibadah tidak mengenal masa pensiun. Selama Allah belum memanggil, agenda kebaikan tetap berjalan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">&#8220;Karena kita belum tahu kapan Allah memanggil. Selama belum dipanggil, ladang amal masih terbentang.&#8221;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\ud83d\udd39 4. Bersyukur di Atas Segala Keterbatasan<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Tubuh mungkin melemah, tapi hati semakin dekat kepada Allah. Jalan kaki mungkin terasa berat, tapi setiap langkah menuju kebaikan dicatat sebagai amal.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Allah SWT berfirman:<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">&#8220;Maka sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan.&#8221;<br>(QS. Al-Insyirah: 5\u20136)<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Mereka menghitung berkah, bukan kekurangan:<br>\ud83d\ude4f Masih bisa sujud \u2192 itu kemuliaan<br>\ud83d\ude4f Masih bisa berdzikir \u2192 itu cahaya<br>\ud83d\ude4f Masih bisa melihat keluarga \u2192 itu rahmat<br>\ud83d\ude4f Masih bisa bangun pagi \u2192 itu kesempatan yang Allah beri<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\ud83d\udd39 5. Tidak Mengharap Kematian, Tapi Bersiap Menghadap-Nya<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Rasulullah \ufdfa bersabda:<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">&#8220;Janganlah seseorang dari kalian mengharapkan kematian dan jangan pula berdoa agar segera mendapatkannya. Sesungguhnya bila ia mati, maka terputuslah amalannya.&#8221;<br>(HR. Imam Muslim)<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Septolescent tidak berkata: &#8220;Sudah tua, kapan dipanggil ya?&#8221;<br>Tapi berkata: &#8220;Masih diberi waktu, apa lagi yang bisa kulebihkan untuk bekal ke sana?&#8221;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Mereka memohon:<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">&#8220;Ya Allah, jika Engkau memanjangkan umurku, maka jadikanlah ia dalam ketaatan-Mu. Jika Engkau mematikan aku, maka ampunilah rahasiaku dan perjalananku.&#8221;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\ud83d\udca1 Penutup: Definisi Septolescent dalam Cahaya Iman<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Septolescent adalah orang yang menyadari bahwa uban di kepalanya adalah undangan Allah untuk segera pulang, tapi ia tidak berjalan terburu-buru \u2014 ia berjalan sambil menabur kebaikan di sepanjang jalan yang dilewatinya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Rambut boleh memutih.<br>Langkah boleh melambat.<br>Tapi semangat berbuat baik tidak boleh ikut pensiun.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Karena setiap hari yang Allah beri adalah kesempatan baru untuk menambah bekal pulang.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kalau ditanya: &#8220;Kapan kalian akan berhenti beramal?&#8221;<br>Jawab dengan penuh syukur dan harap:<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u2728 &#8220;Nanti saja\u2026 kalau Allah sudah memanggil. Selama itu belum terjadi, mari kita perbanyak amal.&#8221; \u2728<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Tentu saja! Ini versi yang sudah dikaitkan dengan nilai-nilai Islam:<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u2728 SEPTOLESCENT: Menolak Pensiun dari Ketaatan<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\ud83d\udccc Apa Itu Septolescent dalam Cahaya Islam?<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Septolescent adalah manusia yang rambutnya telah memutih, namun semangat beribadah dan berbuat baiknya justru kian membara. Usia menjelang 70 tahun bukan tanda berhenti, melainkan tanda semakin mendekat kepada Allah.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Rasulullah \ufdfa bersabda:<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">&#8220;Sebaik-baik manusia adalah orang yang panjang umurnya dan baik amal perbuatannya.&#8221;<br>(HR. At-Tirmidzi no. 2330)<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Uban yang tumbuh di kepala bukan tanda melemah, melainkan cahaya di hari kiamat:<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">&#8220;Janganlah kalian mencabut uban, karena uban itu adalah cahaya seorang muslim pada hari kiamat. Barangsiapa yang memiliki sehelai uban dalam Islam, maka Allah akan mencatat untuknya satu kebaikan, menghapuskan satu dosa, dan meninggikannya satu derajat.&#8221;<br>(HR. Abu Dawud dan Ibnu Majah)<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\ud83d\udd39 1. Usia Bertambah, Iman Semakin Mengalir<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Remaja biasa sibuk mengejar dunia.<br>Septolescent sibuk menabung akhirat.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Remaja biasa takut kekurangan harta.<br>Septolescent takut kekurangan amal saat dipanggil Allah.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Rasulullah \ufdfa mengingatkan:<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">&#8220;Tidaklah usia seorang mukmin itu bertambah kecuali akan menambah kebaikan.&#8221;<br>(HR. Imam Muslim)<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\ud83d\udd39 2. Silaturahmi \u2014 Warisan Nabi yang Terus Dijaga<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Septolescent menjaga tiga sahabat sejati:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>\ud83e\udd32 Teman beribadah bersama \u2014 saling mengingatkan kebaikan<\/li>\n\n\n\n<li>\ud83d\udcac Teman bermuhasabah \u2014 saling mengingatkan keterbatasan diri<\/li>\n\n\n\n<li>\ud83e\udd1d Teman silaturahmi \u2014 yang tidak memutus tali persaudaraan meski jarak membentang<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Rasulullah \ufdfa bersabda:<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">&#8220;Tidak akan masuk surga orang yang memutus hubungan kerabat. Dan ketahuilah, silaturahmi bukanlah membalas kebaikan, melainkan silaturahmi yang sejati adalah menyambung hubungan ketika orang lain memutuskannya.&#8221;<br>(HR. Bukhari)<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\ud83d\udd39 3. Selalu Berhajat \u2014 Karena Masih Ada yang Menanti<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Mereka punya daftar rencana yang panjang \u2014 bukan karena mencintai dunia, tapi karena selama napas masih berhembus, pintu amal belum tertutup.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Allah berfirman:<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">&#8220;Dan sembahlah Tuhanmu sampai datang kepadamu yang diyakini (ajal).&#8221;<br>(QS. Al-Hijr: 99)<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ibadah tidak mengenal masa pensiun. Selama Allah belum memanggil, agenda kebaikan tetap berjalan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">&#8220;Karena kita belum tahu kapan Allah memanggil. Selama belum dipanggil, ladang amal masih terbentang.&#8221;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\ud83d\udd39 4. Bersyukur di Atas Segala Keterbatasan<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Tubuh mungkin melemah, tapi hati semakin dekat kepada Allah. Jalan kaki mungkin terasa berat, tapi setiap langkah menuju kebaikan dicatat sebagai amal.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Allah SWT berfirman:<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">&#8220;Maka sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan.&#8221;<br>(QS. Al-Insyirah: 5\u20136)<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Mereka menghitung berkah, bukan kekurangan:<br>\ud83d\ude4f Masih bisa sujud \u2192 itu kemuliaan<br>\ud83d\ude4f Masih bisa berdzikir \u2192 itu cahaya<br>\ud83d\ude4f Masih bisa melihat keluarga \u2192 itu rahmat<br>\ud83d\ude4f Masih bisa bangun pagi \u2192 itu kesempatan yang Allah beri<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\ud83d\udd39 5. Tidak Mengharap Kematian, Tapi Bersiap Menghadap-Nya<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Rasulullah \ufdfa bersabda:<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">&#8220;Janganlah seseorang dari kalian mengharapkan kematian dan jangan pula berdoa agar segera mendapatkannya. Sesungguhnya bila ia mati, maka terputuslah amalannya.&#8221;<br>(HR. Imam Muslim)<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Septolescent tidak berkata: &#8220;Sudah tua, kapan dipanggil ya?&#8221;<br>Tapi berkata: &#8220;Masih diberi waktu, apa lagi yang bisa kulebihkan untuk bekal ke sana?&#8221;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Mereka memohon:<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">&#8220;Ya Allah, jika Engkau memanjangkan umurku, maka jadikanlah ia dalam ketaatan-Mu. Jika Engkau mematikan aku, maka ampunilah rahasiaku dan perjalananku.&#8221;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\ud83d\udca1 Penutup: Definisi Septolescent dalam Cahaya Iman<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Septolescent adalah orang yang menyadari bahwa uban di kepalanya adalah undangan Allah untuk segera pulang, tapi ia tidak berjalan terburu-buru \u2014 ia berjalan sambil menabur kebaikan di sepanjang jalan yang dilewatinya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Rambut boleh memutih.<br>Langkah boleh melambat.<br>Tapi semangat berbuat baik tidak boleh ikut pensiun.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Karena setiap hari yang Allah beri adalah kesempatan baru untuk menambah bekal pulang.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kalau ditanya: &#8220;Kapan kalian akan berhenti beramal?&#8221;<br>Jawab dengan penuh syukur dan harap:<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u2728 &#8220;Nanti saja\u2026 kalau Allah sudah memanggil. Selama itu belum terjadi, mari kita perbanyak amal.&#8221; \u2728<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Oleh: Sobirin Malian (Dosen Penggiat Literasi) \ud83d\udccc Apa Itu Septolescent dalam Cahaya Islam? Septolescent adalah manusia yang rambutnya telah memutih, namun semangat beribadah dan berbuat baiknya justru kian membara. Usia menjelang 70 tahun bukan tanda berhenti, melainkan tanda semakin mendekat &hellip; <\/p>\n","protected":false},"author":3,"featured_media":945,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-944","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-edukasi","grid-sizer"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.meskotabekasi.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/944","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.meskotabekasi.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.meskotabekasi.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.meskotabekasi.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/3"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.meskotabekasi.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=944"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/www.meskotabekasi.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/944\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":948,"href":"https:\/\/www.meskotabekasi.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/944\/revisions\/948"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.meskotabekasi.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/945"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.meskotabekasi.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=944"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.meskotabekasi.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=944"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.meskotabekasi.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=944"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}