{"id":750,"date":"2026-09-26T04:08:10","date_gmt":"2026-09-26T04:08:10","guid":{"rendered":"https:\/\/www.meskotabekasi.org\/?p=750"},"modified":"2026-09-26T04:08:11","modified_gmt":"2026-09-26T04:08:11","slug":"saat-dolar-amerika-menjadi-masalah-dunia","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.meskotabekasi.org\/?p=750","title":{"rendered":"Saat Dolar Amerika Menjadi Masalah Dunia"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Oleh Dr. Syahruddin Ramlan, SE., MPA<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dolar dicetak di Amerika Serikat, tetapi keguncangannya dapat dirasakan dari Jakarta hingga Johannesburg. Suku bunga ditentukan Federal Reserve, tetapi dampaknya dapat muncul dalam pelemahan mata uang, keluarnya modal, hingga meningkatnya biaya utang negara lain.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Paradoks inilah yang menjadi inti Our Dollar, Your Problem, buku Kenneth Rogoff, mantan Kepala Ekonom IMF dan profesor Harvard.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Judulnya mengingatkan pada ucapan Menteri Keuangan AS John Connally pada 1971: \u201cThe dollar is our currency, but it\u2019s your problem.\u201d Setengah abad kemudian, dunia telah berubah, tetapi kekuatan dolar belum banyak berubah.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dominasi itu bukan semata karena Amerika merupakan kekuatan ekonomi besar. Rogoff menunjukkan adanya kombinasi pasar keuangan yang dalam dan likuid, ketersediaan aset aman, kekuatan institusi, serta efek jaringan yang terbentuk selama puluhan tahun.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dunia menggunakan dolar karena dunia lain juga menggunakannya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Perdagangan internasional, cadangan devisa, utang lintas negara, hingga transaksi keuangan banyak menggunakan dolar. Kondisi ini memberi Amerika apa yang dikenal sebagai exorbitant privilege: kemampuan berutang dalam mata uang sendiri dengan dukungan permintaan global.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Tetapi sejarah mengajarkan bahwa tidak ada dominasi mata uang yang abadi.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Yen pernah dianggap calon pesaing ketika ekonomi Jepang melesat. Euro kemudian muncul dengan skala ekonomi yang besar. Kini renminbi mengikuti kebangkitan China. Namun, menggantikan dolar ternyata membutuhkan lebih dari sekadar ekonomi besar.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Mata uang global membutuhkan pasar keuangan yang dalam, kebebasan pergerakan modal, aset aman dalam jumlah besar, kepastian hukum, serta\u2014yang paling sulit dibangun\u2014kepercayaan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Karena itu, ancaman terhadap dolar tidak selalu datang dari Beijing, Brussels, atau mata uang digital. Ia dapat datang dari Washington sendiri. Membesarnya utang pemerintah Amerika, tekanan inflasi, ketidakpastian kebijakan, dan melemahnya kepercayaan terhadap institusi dapat perlahan mengikis privilese yang selama ini dinikmati Amerika.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Di sinilah persoalan dolar menjadi relevan bagi Indonesia.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ketika Federal Reserve mengubah arah kebijakan, yield US Treasury bergerak. Investor global kemudian menyesuaikan portofolio. Arus modal dapat berpindah, rupiah menghadapi tekanan, dan yield SBN maupun SBSN ikut menyesuaikan. Pada akhirnya, perubahan yang bermula ribuan kilometer dari Jakarta dapat memengaruhi biaya pembiayaan APBN.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Jawabannya bukan sekadar dedolarisasi.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Indonesia perlu memperkuat pertahanan finansialnya sendiri: memperdalam pasar keuangan domestik, memperbesar basis investor dalam negeri, memperluas partisipasi investor ritel dan institusional, serta mendiversifikasi sumber, instrumen, investor, dan mata uang pembiayaan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">SBN dan SBSN karena itu bukan hanya instrumen menutup kebutuhan pembiayaan negara. Keduanya juga bagian dari pembangunan pasar keuangan yang lebih dalam dan tahan terhadap guncangan eksternal.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Rogoff mengingatkan bahwa dominasi dolar mungkin tidak berlangsung selamanya. Namun, dunia pascadolar juga belum tentu berarti dunia tanpa dolar.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Bagi Indonesia, pertanyaan terpenting bukan kapan dolar akan kehilangan dominasinya, melainkan seberapa siap kita menghadapi dunia ketika dominasi itu berubah.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sebab dolar memang milik Amerika. Tetapi ketahanan terhadap dolar harus menjadi milik kita sendiri.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Oleh Dr. Syahruddin Ramlan, SE., MPA Dolar dicetak di Amerika Serikat, tetapi keguncangannya dapat dirasakan dari Jakarta hingga Johannesburg. Suku bunga ditentukan Federal Reserve, tetapi dampaknya dapat muncul dalam pelemahan mata uang, keluarnya modal, hingga meningkatnya biaya utang negara lain. &hellip; <\/p>\n","protected":false},"author":3,"featured_media":751,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-750","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-edukasi","grid-sizer"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.meskotabekasi.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/750","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.meskotabekasi.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.meskotabekasi.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.meskotabekasi.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/3"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.meskotabekasi.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=750"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.meskotabekasi.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/750\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":752,"href":"https:\/\/www.meskotabekasi.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/750\/revisions\/752"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.meskotabekasi.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/751"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.meskotabekasi.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=750"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.meskotabekasi.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=750"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.meskotabekasi.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=750"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}