{"id":542,"date":"2026-05-21T06:21:06","date_gmt":"2026-05-21T06:21:06","guid":{"rendered":"https:\/\/www.meskotabekasi.org\/?p=542"},"modified":"2026-05-21T06:35:27","modified_gmt":"2026-05-21T06:35:27","slug":"ikatan-ahli-ekonomi-islam-iaei","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.meskotabekasi.org\/?p=542","title":{"rendered":"Mendobrak Pertumbuhan Industri Halal &amp; Keuangan Syariah"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Pelantikan 13 Komisariat Ikatan Ahli Ekonomi Islam se-Jabodetabek<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Bekasi, meskotabekasi.org&#8211;<\/strong>Ekonomi syariah bukan hanya tentang label halal. Ekonomi syariah adalah tentang membangun sistem ekonomi yang adil, produktif, inklusif, dan membawa keberkahan. Karena itu, keberhasilan ekonomi syariah tidak hanya diukur dari besarnya aset atau tingginya transaksi, tetapi juga dari sejauh mana ekonomi syariah mampu meningkatkan kualitas hidup masyarakat, memperkuat keadilan sosial, dan menciptakan kemakmuran yang berkelanjutan.\u00a0 Indonesia memiliki peluang besar untuk menjadi pusat ekonomi syariah dunia. Mari kita jadikan ekonomi syariah bukan sekadar alternatif, tetapi sebagai arus utama pembangunan ekonomi Indonesia ke depan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ikatan Ahli Ekonomi Islam Komisariat YARSI menggelar Seminar Nasional bertemakan \u201cMenuju Indonesia Pusat Ekonomi Syariah Dunia: Strategi Mendobrak Pertumbuhan Signifikan di In dustri Halal dan Keuangan Syariah Indonesia (20\/5\/26) di Auditorium Al Quddus Universitas YARSI Jakarta Pusat. Acara yang didahului dengan Pelantikan 13 Komisariat IAEI se-Jabodetabek ini menampilkan Menteri Keuangan, Departemen Ekonomi Keuangan Syariah BI dan Wakil Rektor III Universitas YARSI ser5ta dipandu oleh .<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Menurut Dr. Median Wilestari, Ketua Panitia Pelaksana menjelaskan bahwa \u201cMembangun sistem ekonomi yang adil, produktif, inklusif, dan membawa keberkahan adalah sangat penting di negara yang memiliki jumlah penduduk Muslim terbesar. Oleh karenanya, keberhasilan ekonomi syariah tidak hanya diukur dari besarnya aset atau tingginya transaksi, tetapi juga dari sejauh mana ekonomi syariah mampu meningkatkan kualitas hidup masyarakat, memperkuat keadilan sosial, dan menciptakan kemakmuran yang berkelanjutan\u201d.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sementara itu, Dr. Syahruddin Ramlan, yang mewakili Menteri Keuangan RI dalam <em>keynote speech<\/em> menegaskan bahwa \u201cDalam beberapa tahun terakhir, kita menyaksikan bahwa ekonomi syariah bukan lagi sektor alternatif, melainkan telah berkembang menjadi salah satu pilar utama ekonomi dunia. Industri halal global diperkirakan telah melampaui nilai USD 2,4 triliun dan terus bertumbuh didorong oleh meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap prinsip keberlanjutan, etika, inklusivitas, dan keuangan yang bertanggung jawab\u201d<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Lebih lanjut Deputi Direktur Pinjaman dan Hibah di Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan ini menjelaskan \u201cDalam beberapa tahun terakhir, Indonesia menunjukkan kemajuan yang sangat positif. Berdasarkan laporan State of the Global Islamic Economy Report 2024\/2025, Indonesia menempati peringkat ketiga dunia dalam Global Islamic Economy Indicator, setelah Malaysia dan Arab Saudi. Posisi tersebut menunjukkan bahwa Indonesia semakin diakui sebagai salah satu aktor utama dalam ekonomi syariah global\u201d.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u201cTarget kita bukan hanya sekadar naik peringkat. Lebih dalam lagi kita ingin menjadikan ekonomi syariah sebagai sumber pertumbuhan baru Indonesia \u2014 <em>a new engine of growth<\/em> \u2014 yang mampu menciptakan lapangan kerja, memperkuat UMKM, meningkatkan ekspor, memperdalam pasar keuangan domestik, sekaligus mengurangi kesenjangan sosial ekonomi\u201d, ujar Alumni Universitas Brawijaya Malang ini.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sedangkan menurut Prof. Nurul Huda, Wakil Rektor Universitas YARSI \u201cTantangan terbesar ekonomi syariah di Indonesia adalah dominasi sistem ekonomi konvensional telah lebih dulu mengakar kuat di masyarakat. Karena itu, pengembangan ekonomi syariah membutuhkan strategi bertahap dan konsisten. Ekonomi konvensional dianggap sudah mengakar sekali. Jadi kita masuk dengan posisi baru, tentu pelan-pelan. \u201cKita gerus akarnya supaya ekonomi syariah juga masuk ke area itu,\u201d uarnya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Terkait IAEI, Guru Besar Fakultas Ekonomi Universitas Yarsi mengatakan, IAEI juga berfungsi sebagai ruang integrasi berbagai pemangku kepentingan seperti akademisi, regulator, otoritas keuangan Indonesia, hingga lembaga industri halal. Di mana ekosistem itu sedang dibangun. Ada Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS), Otorisasi Jasa Keuangan, Bank Indonesia, dan berbagai lembaga lain dimasukkan dalam satu komunitas pengembangan ekonomi dan keuangan Islam Indonesia.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Hidayat Tri, salah satu peserta Seminar menegaskan bahwa \u201cFilantropi Islam yang telah terbukti tangguh mengentaskan kemiskinan dan bencana sosial, kini dipanggil untuk naik kelas. Saatnya mengubah narasi lama yang pasif menjadi aksi iklim yang proaktif misalnya. Saatnya zakat, infak, sedekah, dan wakaf tidak hanya menyelamatkan jiwa di dunia, tetapi juga menyelamatkan bumi tempat kita berpijak\u2014sebuah amal yang pahalanya akan terus mengalir sepanjang hayat.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u201cFilantropi Islam juga memiliki potensi yang besar, zakat dengan angka yang fantastis mencapai Rp327 triliun, wakaf dengan 451.000 titik dengan nilai Rp 180 triliun, hingga green sukuk dan cash waqf linked sukuk (CWLS) yang bisa digunakan untuk mendanai proyek hijau yang selama ini terkendala biaya, tandas Ketua MES Kota Bekasi.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Seminar Nasional dan Pelantikan 13 Komisariat Ikatan Ahli Ekonomi Islam (IAEI) di wilayah Jabodetabek ini, di hadiri Rektor Universitas Yarsi, Ketua Pembina Yayasan Yarsi, DPP IAEI, perwakilan Masyarakat Ekonomi Syariah (MES), Dosen dan Mahasiswa yang berjumlah 150 orang (<strong>hts<\/strong>).<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pelantikan 13 Komisariat Ikatan Ahli Ekonomi Islam se-Jabodetabek Bekasi, meskotabekasi.org&#8211;Ekonomi syariah bukan hanya tentang label halal. Ekonomi syariah adalah tentang membangun sistem ekonomi yang adil, produktif, inklusif, dan membawa keberkahan. Karena itu, keberhasilan ekonomi syariah tidak hanya diukur dari besarnya &hellip; <\/p>\n","protected":false},"author":3,"featured_media":546,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[4],"tags":[],"class_list":["post-542","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita","grid-sizer"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.meskotabekasi.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/542","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.meskotabekasi.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.meskotabekasi.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.meskotabekasi.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/3"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.meskotabekasi.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=542"}],"version-history":[{"count":5,"href":"https:\/\/www.meskotabekasi.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/542\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":554,"href":"https:\/\/www.meskotabekasi.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/542\/revisions\/554"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.meskotabekasi.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/546"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.meskotabekasi.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=542"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.meskotabekasi.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=542"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.meskotabekasi.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=542"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}